Arsip untuk Juni 21st, 2010

Kumpulan Desain Kitchen Set Terbaru: Satu Desain Untuk Satu Klien Annahape Studio

Kitchen set design mewah, interior rumah  paling complicated. Ada banyak keahlian harus terlibat. Mewujudkan desain kitchen set menjadi nyata adalah keahlian kerja tim Annahape Studio yang terasah selama bertahun-tahun.

Bukan hal mudah memadukan kerja kreatif yang melibatkan, sebut saja, 10 keahlian kreatif. Yaitu, desainer interior, tukang kayu, ahli finishing, tukang kaca, desainer grafis, tukang listrik, tukang air, pemasang granit, tukang mozaik, tukang mebel dan tidak ketinggalan ahli elektronik untuk memasang cooker hood atau kompor.

Tantangan kreatif pun bertambah bagi kami. Karena janji/semangat Annahape Studio yaitu “satu desain untuk satu klien”. Enam foto di bawah ini memperlihatkan enam model kitchen set mewah untuk enam klien berbeda. Nah, mungkin desain kami dapat menjadi inspirasi untuk Anda.

Desain Pertama: Kitchen set berwarna putih, top table granit hitam, dengan mini bar dan lampu terbuat dari akrilic di atas bar. Lokasi: Bumi Serpong Damai, BSD, Tangerang
kitchen set annahape 1web

Desain Ke-dua: Finishing HPL, dengan permainan mozaik hijau kuning yang mewah. Dan top table solid surface. Lokasi: Meruya, Jakarta Barat.

kitchen set annahape 2web

Desain Ke-tiga: Permainan warna putih, dan orange, serta pantry yang disatukan oleh top table granit putih. Memberi kesan ringan dan mewah. Lokasi: Apartemen Hampton
kitchen set annahape 3web

Desain Ke-empat: Tema Daun yang terpasang di dinding kitchen set. Top table solid surface. Lokasi: Puri Botanical, Jakarta Barat
kitchen set annahape 4web

Desain Ke-lima: Permainan warna kayu coklat kombinasi stainless, dan permainan lighting yang menawan. Lokasi Bumi Serpong Damai
kitchen set annahape 5web

Desain Ke-enam: Warna pink dengan hiasan kupu-kupu di atas kaca. Permainan edging stainless menjadi pemanisnya. Lokasi: Perumahan Alam Sutra, Tangerang.
kitchen set annahape 6web

Harga/Biaya Kitchen Set
Kalau Anda survey, harga kitchen set sangat bervariasi mulai dari Rp 1 juta per m sampai   Rp 5 jutaan per m. Harga satuan yang dimaksud adalah harga per meter panjang kabinet. Kabinet atas dan bawah dihitung sendiri-sendiri.  Jadi kalau Anda punya dapur dengan panjang 3m, harga yang dihitung untuk Kitchen set adalah 2×3= 6 meter.

Yang menentukan harga kitchen set menjadi lebih mahal atau murah:
1. Kelengkapan tim yang dimiliki, termasuk desain ekslusif (+seni dan tingkat kesulitan) atau produk masal.
2. Bahan dasar kayu atau multiplex, lebih mahal daripada block board, MDF atau sejenisnya
2. Finishing melamic dan duco lebih mahal dari plitur
3. Top tabel: mulai dari yang import dari itali, cina sampai granit atau marmer lokal lebih mahal dari takon atau keramik
4. Assesoris sekitar kitchen set: mozaik, stainless atau kaca, dan lighting
5. Rel/engsel mulai dari yang import sampai lokal
6. Rak dalam, ada yang terbuat dari stainless atau plastik
7. Kompor, cooker hood, lemari es dsb

Ringkasnya: total biaya pembuatan kitchen set itu mirip harga harga mobil. Ada mobil niaga ada mobil berkelas.

Kalau kali ini saya, memberi tip/contoh   desain kitchen set, janganlah salah mengira. Annahape studio bukan pedagang kitchen set. Bukan pula pedagang gambar desain yang banyak Anda jumpai diinternet. Amat jarang kami  mendesain kitchen set saja. Foto-foto di atas hanya salah satu bagian dari  interior rumah yang kami desain. Kalau sekarang saya berbagi, ini sekedar memberi inspirasi untuk Anda yang sedang mencari referensi. Semoga bermanfaat..

2 Komentar

Ruang Keluarga, Tiny Living Room di Apartemen/Rumah Kecil

Kali ini, tentang desain ruang keluarga. Living room interior design. Khususnya untuk Anda yang tinggal di apartemen atau rumah tipe 36,45,70,80,90. Ruang yang tersedia biasanya tidak besar. Plus minus 9m2 atau kurang. Di banyak rumah, ruang keluarga sekaligus berfungsi juga sebagai ruang menerima tamu (tip 33). Karenanya, design yang baik tentu memperhatikan kedua fungsi ini.

Apalagi, kalau Anda tidak punya storage untuk menyimpan majalah, buku, helm, koleksi CD dan sebagainya. Belum lagi kalau Anda ingin juga memamerkan foto perkawinan, foto keluarga atau portfolio. Nah jadilah ruang keluarga benar-benar multi fungsi. Kalau Anda tidak cermat mendesain, bisa-bisa orang tak dapat lagi membedakan: mana gudang mana ruang keluarga. Ha!

Karena itu, sebelum Anda memutuskan untuk me(re)desain ruang keluarga Anda. Pertama-tama buatlah check list barang-barang diluar furniture yang akan diletakan di sana. Untuk barang-barang yang sudah pasti ukurannya, cantumkanlah ukurannya. Misalnya TV, CD, buku dsb. Pisahkan juga antara barang yang sering dan jarang dipakai.

Dengan list itu, Anda sudah terbantu untuk mengetahui berapa kira-kiran ukuran furniture yang dapat mengakomodasi barang Anda. Maksimalkan ruang untuk menempatkan barang pada furniture Anda.

Anda perlu mempertimbangkan banyaknya sofa atau tempat duduk di ruang keluarga. Dalam dua contoh di bawah ini saya memperlihatkan bagaimana jumlah sofa dapat mempengaruhi kesan lapang tidaknya ruang keluarga.

Contoh Living Room 1

Contoh Living Room 2

Kalau Anda tidak sungguh membutuhkan banyak sofa karena tidak banyak tamu, cukup tempatkan sofa 2 seater yang nyaman (contoh1). Sisi yang lain dapat dibiarkan flexible. Anda dapat menggunakan kursi lipat. Atau kasur lipat. Siapa tahu teman dekat atau kerabat mau nonton bareng siaran kejuaran dunia sepakbola. Atau sekedar bermain kartu.

Agar ruangan terasa lega, gunakan back drop untuk menempatkan tv. Atau juga membuat lemari penyimpanan yang dikamuflase sebagai backdrop. Sisi kiri dan kanan backdrop dapat dipakai untuk menempatkan banyak laci. Pada contoh di atas, pintu-pintu laci dapat dibuat dengan dekorasi yang menyamarkan keberadaan laci. Kalau Anda mau, Anda juga masih dapat membuat laci di sofa bagian bawah.

Intinya, segala sesuatu ada tempatnya. Dan berada di tempatnya. Tidak berserakkan.

Penggunaan ornamen stainless dan kaca akan memberikan kesan modern yang kuat. Pada contoh 2, stainless steel dipakai tidak hanya sebagai kaki sofa. Tetapi melimpah pada backdrop dalam permainan garis horisonta. Demikian juga penggunaan lighting decoration atau accent lighting(tip28) pada backdrop.

Pada contoh ke 3 dibawah ini saya memperlihatkan bagaimana penggunaan cermin memberi efek ruangan menjadi terasa lega. Gambar ini adalah sisi yang berlawanan dengan tempat TV. Sebagian dinding saya kombinasikan dengan kaca, serta lemari multi fungsi. Ruang yang kecil jadi terasa lega. Sebuah perubahan dramatis bukan?

Dinding Kaca di Living Room 3

Oh ya, foto atau lukisan dapat Anda letakkan di atas sofa. Agar ruang keluarga bertambah hangat. Hindari penggunaan warna dinding yang terlalu tua. Pilihlah warna-warna pastel kalau Anda menginginkan ruang keluarga lebih hidup.

Tinggalkan komentar

Ruang Baca-Perpustakaan Pribadi Multi Fungsi, Modern, Ceria

Coba bayangkan desain perpustakaan di rumah. Mungkin yang tampil adalah koleksi buku dalam lemari kotak warna coklat. Meja kerja formal. Kiranya bukan tempat favorit di rumah. Apalagi buat remaja. Membosankan!Tidak harus begitu kok. Ruang baca bisa tampil ceria, modern dan penuh warna. Perpustakaan pun jadi tempat belajar dan diskusi yang menarik. Asalkan didesain dengan tepat, ruang yang terbatas bisa disulap jadi ruang baca modern.

Berikut adalah contoh desain Annahape Studio. Klien kami memberi PR yang banyak untuk ruang yang terbatas. Sebuah ruang baca, sekaligus ruang browsing, perpustakaan mungil, dan diskusi. Yang dimaksud diskusi termasuk ngobrol santai, ngegosip, haha-hihi. Bagian ruang yang didesain sekitar 2,5 x 3,5 m. Bagaimana caranya?

Oleh karena banyak fungsi dalam satu ruang, Saya membagi dulu zona ruang berdasarkan fungsi atau penggunaan. Yaitu zona kerja, zona diskusi, zona buku-komputer-dan LCD, serta zona santai-santai. Jadi ada 4 zona. Membagi zona yang banyak itu dengan denah gambar 2 dimensi hasilnya tidak maksimal. Soalnya, denah 2 dimensi tidak dapat memperlihatkan bagian dinding. Padahal, Anda harus mengoptimalkan semua bagian dari ruang yang tersedia. Yaitu lantai dan dinding. Dengan mengoptimalkan keduanya, hasilnya akan lebih optimal.

Karenanya, kami perlu denah aksonometri, atau denah 3 dimensi, agar pembagian zonanya dapat maksimal. Dengan aksonometri, seluruh bagian ruang dapat diolah. Sedemikian rupa sehingga ke-4 zona tersebut dapat diakomodir. Silakan lihat contoh berikut.

Denah Aksonometri Ruang Perpustakaan Pribadi

Pada gambar di atas Anda dapat melihat bagaimana saya membagi ruang kecil itu untuk mengakomodir semua zona. Bagian atas adalah bale-bale tempat diskusi santai. Sekaligus lihat teve LCD monitor. Dinding sebelah kiri dimaksimalkan untuk zona buku-komputer LCD. Zona bawah adalah zona kerja dan zona ruang baca.

Zona kerja ini dibuat fleksibel dengan dua meja setengah lingkaran. Salah satunya berwarna orange. Kedua meja itu dapat ditarik kemudian disatukan. Bila digabungkan ditengah ruang kedua meja tersebut dapat menjadi meja bundar. Berfungsi sebagai meja baca atau diskusi.

Sekarang dari denah aksonometri itu, kita lihat gambar perspektifnya.

Gambar Perspektif Ruang Baca dan Perpustakaan

Anda sekarang dapat melihat ke empat zona tersebut dengan lebih baik. (zona 1) Bale-bale dilengkapi dengan lemari 4 pintu yang dapat dipakai untuk menyimpan. (Zona 2) Lemari buka, rak dan tempat komputer tidak dibuat garang dengan permainan kaca dan ornamen dekoratif. (Zona 3 dan 4) Dibuat flesibel mengambil sisa ruang yang ada. Kesan hangat dibangun dari permainan accent lighting di beberapa bagian. Pola-pola setengah lingkaran, rak buku mata ikan menghilangkan kesan kaku. Sebaliknya, kesan dinamis pun diperoleh. Kesan modern, ringan dan ceria diperoleh dari komposisi warna putih, hijau pastel, dan orange.

Singkat cerita, ruang yang terbatas kalau dimaksimalkan dapat menjadi ruang baca +perpustakaan yang menawan. Caranya buatlah list fungsi ruang. Bagilah ruang dalam zona-zona seturut fungsinya. Kemudian, desainlah dengan permainan bentuk, komposisi warna dan pencahayaan.

1 Komentar

Inspirasi Desain Atap Rumah agar Fasad Tampil Beda

Atap adalah mahkota rumah. Atap dapat membuat facade rumah menjadi berbeda. Mungkin atap rumah Anda sudah waktunya diganti. Masalah yang sering terjadi: kayu sudah keropos dan bocor disana-sini.

Sebagai ganti kayu, mungkin Anda ingin menggantinya dengan atap baja ringan. Beban atap akan semakin ringan kalau Anda juga memilih menggunakan genteng metal. Dalam tip 49 saya sudah menyampaikan 2 bentuk dasar atap yang umum dikenal. Yaitu atap pelana dan atap perisai.

Mumpung Anda akan merenovasi atap, atau malahan akan bangun rumah, tidak ada salahya mendesain atap yang sekaligus mempercantik rumah.

Banyak rumah  menggunakan bentuk atap pelana yang simpel. Selain biayanya lebih murah, mendesainnya juga lebih sederhana. Sederhana bukan berarti murahan. Pada tip kali ini akan saya berikan contoh bagaimana mengembangkan bentuk atap pelana. .

1. Bentuk Standard: Atap Pelana Simetris
Bentuk dasar dari atap pelana adalah simetris. Panjang sisi kiri dan sisi kanan sama. Sudut kemiringan keduanya juga sama. Yang paling aman sudut kemiringannya adalah 28-30 derajat. Di daerah beriklim tropis dengan curah hujan yang tinggi, makin miring atap akan makin baik. Lihat gambar berikut.

2. Pengembangan A: Atap Pelana a- Simetris
Bentuk atap pelana simetris mungkin saja membosankan. Kalau begitu, Anda dapat membuatnya menjadi tidak simetris. Yaitu panjang sisi kiri dan sisi kanan berbeda. Demikian juga halnya dengan sudutnya yang tidak sama.

3. Pengembangan B: Atap Pelana Bertingkat/Berirama
Pengembangan model atap ini cocok untuk bangunan yang melebar ke samping. Pada contoh di bawah ini bangunan rumah cukup ekstrim lebarnya dan terdiri dari garasi, ruang service, ruang makan, ruang tamu dan 2 kamar di sisi kanan. Bentuk atap pada rumah jenis ini memang sebaiknya bervariasi, agar tidak tampak membosankan. Bagian yang paling tinggi sebaiknya diletakkan pada ruang tamu/ruang keluarga. Tujuannya agar rumah terasa lapang.

4. Pengembangan C: Atap Pelana Terbelah
Pengembangan yang lebih rumit adalah dengan membelah atap dan memberi jarak diantara kedua bagian. Bagian tengah diberi dak/atap datar. Dengan cara ini rumah akan tampak lebih berkelas dan megah. Sudut kemiringan atap, akan menambah kemegahannya. Contoh di bawah adalah penerapan atap belah pada rumah tropis dua lantai. Jenis atap ini dapat juga dikembangkan menjadi atap belah simetris dan a-simetris.

Seluruh contoh desain di atas adalah sketsa awal belaka milik Annahape Studio, Masih diperlukan pengembangan dan penghitungan lebih lanjut sebelum sebuah sketsa dapat diterima. Namun semoga gambaran di atas memberi inspirasi.Tulisan ini dapat disebarluaskan dengan ijin. Dan bila copypaste di blog/web Anda harap mencantumkan sumbernya.

1 Komentar

Trik Rahasia Merancang Rumah Tinggal Sendiri

Panduan praktis mendesain rumah. Berbagai tip model desain rumah minimalis modern, etnik, atau tropis , dimanfaatkan sebagai sumber inspirasi. Sedikit saja pembaca blog ini adalah klien kami. Pasalnya, menggunakan jasa studio arsitek, mungkin di luar pertimbangan banyak anggota masyarakat. Saya maklumi adanya. Karenanya, trik desain kali ini saya sharekan untuk Anda yang akan mendesain rumah sendiri.

Buahnya adalah sejumput doa Anda.. Misalnya terungkap dari email  mas Iwan, seorang pembaca. Saya terima kemarin (30/01/10). Ia dengan tulus minta izin mengkoleksi artikel annahape.com Begini bunyi emailnya.

Kutipannya, “…Terus terang saja saya dalam waktu dekat ini akan membuat rumah di sekitar lokasi dimana saya tinggal yaitu di kawasan candi Borobudur, tentunya dengan dana tidak terlalu banyak. Saya juga bingung desainya akan seperti apa, dan biayanya berapa. Nah,untuk itu, setelah saya banyak membaca artikel yang mbak anna muat, dan barangkali bisa mengobati kebingungan saya selama ini, mohon kiranya saya atas nama pribadi minta ijin untuk mengcopy artikel-artikel yang saya butuhkan. Besar harapan saya, mbak Anna mengijinkan saya untuk mencopy artikel tersebut. Sekian permohonan ijin saya mbak. Saya ucapkan banyak terimakasih, Mudah-mudahan Tuhan selalu meridloi kita semua, dan sukses selalu untuk Mbak Anna…”

Menulis trik desain, adalah bagian dari niat berbagi kami. Memberi insipirasi Anda? Syukurlah! Seperti yang ditulis Dian Hatianindri, salah satu fans Rumah Annahape. Tulisnya: “Senangnya bs bergabung, baru 1 jam pertama aja udah banyak dapat inspirasi.Terus berkarya mba’ Anna”(31/01/10). Sekali lagi, syukurlah!

Nah, untuk Anda di berbagai pelosok Tanah Air, dan sedang mencoba mendesain rumah sendiri, semoga tip kali ini dapat membantu.Tip  ini bicara tentang tiga prinsip dasar dari sekian banyak prinsip dalam desain arsitektur: garis, tekstur dan pencahayaan.

Prinsip pertama: adalah garis. Ada dua bentuk garis yaitu vertikal dan horisontal. Secara Ekstrim, desain rumah dapat menggunakan salah satu sebagai corak dasar desain rumah. Artinya, ada bangunan dengan corak horisontal yang kuat. Ada juga bangunan dengan corak vertikal yang kuat. Perhatikan 2 contoh gambar berikut.

Rumah dengan corak horisontal memberi kesan lembut, bersih dan menciptakan atmosfir yang tenang. Sementara rumah dengan garis vertikal menimbulkan kesan solid dan formal.

Selain vertikal dan horisontal, tentu ada jenis garis yang lain seperti miring, atau lengkungan. Tetapi intinya, Anda harus dapat membuat salah satu garis sebagai tema rumah secara  konsisten berirama dan harmonis. Memadukan garis vertikal dan horisontal untuk Anda yang awam arsitektur akan sangat beresiko. Karena itu saran saya, sebaiknya Anda memilih dominasi vertikal atau horisontal pada rumah Anda sendiri.

Contoh di bawah ini adalah eksperimen desain Annahape Studio dengan corak vertikal pada rumah tropis etnik. Rumah-rumah etnik yang biasanya didominasi garis horisontal, pada desain ini diubah menjadi vertikal. Kesan yang ingin ditimbulkan adalah gagah namun tetap kalem.

Prinsip kedua adalah tekstur. Tekstur dapat bersifat fisik. Yaitu tekstur material bangunan yang dipakai. Seperti kasar, halus, bergelombang dan sebagainya. Tetapi tekstur dapat juga bersifat visual. Yaitu kesan yang didapat dari pengulangan bentuk-bentuk garis dan warna. Yang terutama perlu diperhatikan dalam mendesain rumah adalah tekstur visual. Penataan batu alam,batu bata, atau almunium yang harmonis akan membuat rumah Anda berkarakter. Pada contoh dibawah ini saya menunjukkan tekstur visual yang diperoleh dari scondary skin yang terbuat dari almunium (Lihat Tip 62 tentang secondary skin). Tekstur fisik almunium yang halus menimbulkan tekstur visual yang berbeda karena desain komposisi. Bila almunium itu difinishing dalam gradasi warna, efek visualnya pasti akan lebih kuat.

Pada gambar-gambar sebelumnya apakah Anda dapat melihat tekstur visual baik pada rumah vertikal maupun horisontal?

Prinsip ketiga adalah pemanfaatan cahaya matahari sebagai ornamen rumah. Prinsip dasar dari desain rumah yang baik adalah, sinar matahari dapat masuk kesemua ruang di dalam rumah. Lebih lanjut, sinar matahari dapat menjadi sumber desain rumah yang baik. Pada contoh berikut saya memperlihatkan bagaimana, sinar matahari dapat menciptakan ornamen arsitektur  yang eksotik. Untuk mengurangi tajamnya sinar matahari, Anda dapat memanfaatkan filter kaca atau polikarbonat.

All, masih ada prinsip-prinsip praktis dalam desain rumah. Sementara, cobalah menerapkan ke-3 prinsip itu dalah rumah yang sedang Anda desain.Terimakasih untuk Mas Iwan, mbak Dian, dan semua pembaca lainnya, yang ungkapan tulusnya menambah semangat kami.

1 Komentar

Classic Modern Interior: Contoh Sketsa sampai Foto Interior

apakah rumah minimalis furniturenya harus bergaya minimalis? Tidak selalu. Dengan sedikit sentuhan, rumah minimalis bisa dikombinasikan dengan interior style lain. Tapi, please cermat-cermatlah kalau Anda mau mencobanya. Kali ini contohnya adalah interior klasik modern dalam rumah minimalis. Bisa juga disebut retro design karena mengambil inspirasi desain era 1950an.

Syukurlah ada klien kami yang menginginkan hal itu. Sehingga saya bisa memberi contoh. Rumah seluas 250m2 di Pondok Hijau Golf, Summarecon Serpong, Tangerang ini (lihat foto) ingin diisinya dengan sentuhan klasik modern. Kami harus pintar-pintar mengolah agar interior “jadul” itu menjadi modern.

Sebenarnya label tidaklah terlalu penting, apakah ini retro, classic modern atau eklektik. Karena pada dasarnya desain interior berarti keindahan yang dihasilkan dari komposisi bentuk, warna, material yang diletakkan dalam ruang sesuai fungsinya.

Jadi label apapun boleh-boleh saja. Kita lihat saja dulu contoh kitchen set tahun 1950an di berikut ini.

Gambar Kitchen Set Era 1950anSumber

Era 1950an di Amerika sering disebut juga sebagai era ibu rumah tangga (housewife era). Karenanya, ciri interior era ini paling jelas kelihatan dari desain kitchen set. Kitchen set didesain tidak hanya fungsional tetapi juga stylish dan modern. Era ini ditandai dengan pilihan warna yang tegas, dengan banyak penggunaan chrome pada handel kabinet/kaki meja serta kitchen appliances modern. Warna putih, kuning, hijau, merah/orange atau hitam adalah warna yang paling sering dipakai.

Diinspirasikan oleh era 1950 itu desain kali ini mengambil pilihan warna tersebut. Dominasi putih menjadi pilihan kami agar corak minimalis tidak hilang. Aksentuasi hitam dan merah kami letakkan secukupnya. Yaitu pada lantai dan top table hitam solid surface. Serta warna kursi makan putih, hitam dan merah.

Gambar berikut menunjukkan sketsa yang kami buat dan di bawahnya adalah foto kitchen setnya.

Sketsa Tangan Kitchen Set


Foto Kitchen Set Classic White, Minor Black

Kursi Makan Merah, Hitam Putih

Sengaja kali ini saya memberi perbandingan antara gambar sketsa tangan desainer kami dengan foto hasil pekerjaan para tukang di workshop kami. Tidak selalu kami menggunakan program 3Dmax seperti terlihat di Tip 72 (Master Bedroom) dan Tip 73 (Living Room). Penggunaan pensil warna, spidol dan dikombinasikan dengan komputer terasa lebih menantang. Karena permainan garis, bayangan dan warna lebih menuntut feeling seorang desainer. Konon katanya, kalau mau belajar desain mulailah dengan pensil dan kertas. Itu prasyarat dasar yang mesti dimiliki desainer.

Gambar berikut sekali lagi memperlihatkan sketsa dan foto ruang furniture di ruang tamu. Kali ini pilihannya adalah warna orange dan putih. Warna putih pada coffee table dan warna orange pada sofa. Kesan klasik kami tampilkan pada bentuk lengkung di kedua furniture. Sementara unsur modern pada penggunaan kaca di coffee table. Warna cat dinding juga disesuaikan dengan warna furniture. Perubahan finishing dan pilihan warna dari sketsa ke bentuk jadinya, dimungkinan dalam proses pengendapan dan dialog dengan klien. Beginilah hasilnya.

Sketsa Furniture Ruang Tamu

Sofa Dan Coffee Table Classic White Orange

Minimalisnya hilang? Tidak. Asalkan Anda tidak menambah pernak-pernik dekorasi yang membuat “rame”. Singkirkan segala sesuatu yang tidak langsung dipakai dalam ruangan. Atau, simpanlah segala sesuatu pada tempatnya. Lampu, pilihlah yang modern dan simple. Letakkan perabotan minum sebagai bagian dekorasi yang terbatas. Tampilkan satu jenis saja yang warnanya tetap harmonis. Lihat contoh berikut:

Dekorasi Minimalis: Modern Lamps dan Cangkir di Kitchen Set

Sekian dulu sekelumit teori interior dan contoh aplikasinya. Nah, rumah minimalis bisa juga khan diisi dengan furniture classic modern or retro? Selamat mencoba. Tulisan ini dapat disebarluaskan dengan izin dan menyebutkan sumbernya.

Tinggalkan komentar

Kumpulan Gambar Denah Rumah 1 Lantai (110 s.d. 160m2)

Anda mungkin sedang mendesign rumah sendiri. Karena harus menyesuaikan dengan dana, Anda memilih rumah ukuran sedang antara 100 s.d. 150 m2. Dan Anda sekarang sedang mencari contoh denah rumah sesuai dengan kebutuhan Anda. Biasanya yang dibutuhkan 2 atau 3 kamar tidur, 2 km mandi, ruang keluarga, dapur, ruang makan dan garasi. Rumah satu lantai.

Mungkin beberapa denah rumah di bawah ini dapat membantu.

Rumah 1 lantai mempunyai beberapa keuntungan. Biayanya tentu lebih murah daripada bangunan 2 lantai, karena biaya pembangunan struktur rumah lebih sedikit. Selain itu, mobilitas anggota keluarga yang berada dalam satu lantai, akan menciptakan keakraban. Untuk orangtua, rumah 1 lantai adalah pilihan tepat, untuk menghindari kesulitan naik turun tangga.

Denah ini saya ambil dari familyhomeplan.com. Dan karenanya ukuran dalam denah menggunakan ukuran feet (kaki). Sekedar bantuan, saya sampaikan informasi panjang lebar, dan luasannya dalam ukuran meter. Sedangkan ukuran ruang masih menggunakan ukuran asli feet. Kalau Anda mau mengubahnya ke dalam ukuran meter, Anda cukup mengkalikannya dengan faktor 0.3084. Misalnya, 30 feets, = 30×0.30.84 = 9,14m.

Berikut beberapa denah yang saya pilihkan untuk Anda.

Denah Rumah Luas 113,7 m2 (11x10m)

Denah Rumah Luas 130 m2 (15,2×8,5m)

Denah Rumah Luas 140,5 m2 (16,5×8,5m)

Denah Rumah Luas 140,5 m2 (16,5×8,5m)

Denah Rumah Luas +140,5 m2 (16,5×8,5m)

Denah Rumah Luas +154,8 m2 (15,1×10,2m)

Denah Rumah Luas +159,3 m2 (14,9×10,7m)

Denah Rumah Luas +161,1 m2 (15,5×10,4m)

Jangan lupa, denah di atas dibuat oleh arsiteknya untuk keluarga di Amerika. Dalam banyak kasus, denah tersebut belum memenuhi kebutuhan rumah tangga di Indonesia pada umumnya. Keluarga di Indonesia, biasanya memerlukan tambahan kamar pembantu. Selain itu dapur kotor, karena sering masak. Serta tempat cuci jemur, khususnya kalau Anda tidak menggunakan mesin cuci sekaligus pengering.

Karenanya, denah di atas cukup dipakai sebagai referensi saja. Selebihnya, sesuaikan layout ruang sesuai kebiasaan keluarga Anda. Selain itu, ketika membuat fasade atau tampak rumah Anda tentu dapat membuat pilihan sendiri, entah minimalis, etnik ataupun mediterania. Tetapi yang penting, sesuaikan dengan iklim tropis. (Baca tip 43, rumah untuk daerah beriklim tropis).
Hot Post/Terbaru: Baca Kumpulan Denah Rumah Minimalis di Tip 67! dan Contoh Denah Rumah Mungil  2 Lantai Tipe 90 di Lahan 90m2 di Tip 70

1 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.