Ruang Keluarga, Tiny Living Room di Apartemen/Rumah Kecil

Kali ini, tentang desain ruang keluarga. Living room interior design. Khususnya untuk Anda yang tinggal di apartemen atau rumah tipe 36,45,70,80,90. Ruang yang tersedia biasanya tidak besar. Plus minus 9m2 atau kurang. Di banyak rumah, ruang keluarga sekaligus berfungsi juga sebagai ruang menerima tamu (tip 33). Karenanya, design yang baik tentu memperhatikan kedua fungsi ini.

Apalagi, kalau Anda tidak punya storage untuk menyimpan majalah, buku, helm, koleksi CD dan sebagainya. Belum lagi kalau Anda ingin juga memamerkan foto perkawinan, foto keluarga atau portfolio. Nah jadilah ruang keluarga benar-benar multi fungsi. Kalau Anda tidak cermat mendesain, bisa-bisa orang tak dapat lagi membedakan: mana gudang mana ruang keluarga. Ha!

Karena itu, sebelum Anda memutuskan untuk me(re)desain ruang keluarga Anda. Pertama-tama buatlah check list barang-barang diluar furniture yang akan diletakan di sana. Untuk barang-barang yang sudah pasti ukurannya, cantumkanlah ukurannya. Misalnya TV, CD, buku dsb. Pisahkan juga antara barang yang sering dan jarang dipakai.

Dengan list itu, Anda sudah terbantu untuk mengetahui berapa kira-kiran ukuran furniture yang dapat mengakomodasi barang Anda. Maksimalkan ruang untuk menempatkan barang pada furniture Anda.

Anda perlu mempertimbangkan banyaknya sofa atau tempat duduk di ruang keluarga. Dalam dua contoh di bawah ini saya memperlihatkan bagaimana jumlah sofa dapat mempengaruhi kesan lapang tidaknya ruang keluarga.

Contoh Living Room 1

Contoh Living Room 2

Kalau Anda tidak sungguh membutuhkan banyak sofa karena tidak banyak tamu, cukup tempatkan sofa 2 seater yang nyaman (contoh1). Sisi yang lain dapat dibiarkan flexible. Anda dapat menggunakan kursi lipat. Atau kasur lipat. Siapa tahu teman dekat atau kerabat mau nonton bareng siaran kejuaran dunia sepakbola. Atau sekedar bermain kartu.

Agar ruangan terasa lega, gunakan back drop untuk menempatkan tv. Atau juga membuat lemari penyimpanan yang dikamuflase sebagai backdrop. Sisi kiri dan kanan backdrop dapat dipakai untuk menempatkan banyak laci. Pada contoh di atas, pintu-pintu laci dapat dibuat dengan dekorasi yang menyamarkan keberadaan laci. Kalau Anda mau, Anda juga masih dapat membuat laci di sofa bagian bawah.

Intinya, segala sesuatu ada tempatnya. Dan berada di tempatnya. Tidak berserakkan.

Penggunaan ornamen stainless dan kaca akan memberikan kesan modern yang kuat. Pada contoh 2, stainless steel dipakai tidak hanya sebagai kaki sofa. Tetapi melimpah pada backdrop dalam permainan garis horisonta. Demikian juga penggunaan lighting decoration atau accent lighting(tip28) pada backdrop.

Pada contoh ke 3 dibawah ini saya memperlihatkan bagaimana penggunaan cermin memberi efek ruangan menjadi terasa lega. Gambar ini adalah sisi yang berlawanan dengan tempat TV. Sebagian dinding saya kombinasikan dengan kaca, serta lemari multi fungsi. Ruang yang kecil jadi terasa lega. Sebuah perubahan dramatis bukan?

Dinding Kaca di Living Room 3

Oh ya, foto atau lukisan dapat Anda letakkan di atas sofa. Agar ruang keluarga bertambah hangat. Hindari penggunaan warna dinding yang terlalu tua. Pilihlah warna-warna pastel kalau Anda menginginkan ruang keluarga lebih hidup.

About these ads
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: