HOMOSEKSUAL MENURUT PANDANGAN ISLAM

Homoseksual
bisa kita defenisikan sebagai hubungan seksual antara dua orang
laki-laki. Perbuatan tak terpuji ini telah terjadi jauh sebelum Allah
SWT mengutus Rasulullah sebagai rahmat bagi sekalian alam, yaitu pada
kaum nabi Luth A.S. Allah mengutus nabi Luth A.S kepada kaumnya untuk
mengajak mereka kejalan yang benar dan agar mereka meninggalkan
perbuatan homoseksual ini. Tetapi mereka menolak sehingga Allah
memusnahkan mereka dari muka bumi. Kisah nabi Luth A.S ini bisa kita
temukan di beberapa surat didalam al-Qur’an.

Allah
kemudian mengutus nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul untuk
melengkapi risalah-risalah para nabi dan rasul sebelumnya. Al-Qur’an
dan Sunnah Rasulullah secara jelas telah mengharamkan praktek
homoseksual dan mengancam pelakunya dengan hukuman yang sangat berat.
Dan ini juga telah diyakini oleh sahabat-sahabatnya dan seluruh kaum
muslimin selama berabad-abad.

Setelah
kaum nabi Luth A.S musnah dari muka bumi berabad-abad yang lalu, pada
saat ini muncul generasi penerus mereka yang secara mati-matian
memperjuangkan praktek homoseksual. Amerika dan Eropa berdiri di
barisan terdepan, maka tidak heran jika perkawinan ala homoseksual
menjadi perkawinan yang sah yang di akui oleh Negara dibeberapa Negara
Eropa dan Amerika. Kita patut prihatin, tetapi yang lebih
memprihatinkan adalah sikap beberapa cendekiawan muslim yang malah
ikut-ikutan membelah praktek ini. Entah itu merupakan keyakian mereka
atau memang pengaruh faham liberalisme barat yang sekarang ini sedang
menggrogoti umat islam. Hal ini tentu menarik perhatian kita untuk
membahas pandangan agama islam terhadap homoseksual.

Seluruh
umat islam sepakat bahwa homoseksual termasuk dosa besar. Oleh karena
perbuatan yang menjijikkan inilah Allah kemudian memusnahkan kaum nabi
Luth A.S dengan cara yang sangat mengerikan. Allah SWT berfirman:

Artinya:
Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, Dan kamu
tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan
kamu adalah orang-orang yang melampaui batas” (QS. As-Syu’ra : 165-166
)

Bahkan Homoseksual jauh lebih menjijikkan dan hina daripada perzinahan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

أقتلوا الفاعل والمفعول به (حديث صحيح أخرجه أبو داود والترمذي)

Artinya:

Bunuhlah fa’il dan maf’ulnya (kedua-duanya) (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Oleh
karena itulah ancaman hukuman terhadap pelaku homoseksual jauh lebih
berat dibandingkan dengan hukuman bagi pelaku pezina. Didalam
perzinahan, hukuman dibagi menjadi dua yaitu bagi yang sudah menikah
dihukum rajam, sedangkan bagi yang belum menikah di cambuk 100 kali dan
diasingkan selama satu tahun. Adapaun dalam praktek homoseksual tidak
ada pembagian tersebut. Asalkan sudah dewasa dan berakal (bukan gila)
maka hukumannya sama saja (tidak ada perbedaan hukuman bagi yang sudah
menikah atau yang belum menikah).

Sebenarnya
ulama-ulama fiqh bebeda pendapat mengenai hukuman bagi pelaku
homoseksual. Diantara pendapat para ulama tersebut adalah:

  1. Fuqoha Madzhaf Hanbali: Mereka sepakat bahwa
    hukuman bagi pelaku homoseksual sama persis dengan hukuman bagi pelaku
    perzinahan. Yang sudah menikah di rajam dan yang belum menikah dicambuk
    100 kali dan diasingkan selama setahun. Adapun dalil yang mereka
    pergunakan adalah Qiyas. Karena defenisi Homoseksual (Liwath)
    menurut mereka adalah menyetubuhi sesuatu yang telah diharamkan oleh
    Allah. Maka mereka menyimpulkan bahwa hukuman bagi pelakunya adalah
    sama persis dengan hukuman bagi pelaku perzinahan. Tetapi qiyas yang      mereka lakukan adalah qiyas ma’a al-fariq (mengqiyaskan      sesuatu yang berbeda) karena liwath (homoseksual) jauh lebih      mejijikkan dari pada perzinahan.
  2. Pendapat yang benar adalah pendapat kedua yang
    mengatakan bahwa hukuman bagi pelaku homoseksual adalah hukuman mati.
    Karena virus ini kalau saja tersebar dimasyarakat maka ia akan
    menghancukan masyarakat tersebut.

Syekh Ibnu Taymiyah mengatakan bahwa seluruh sahabat Rasulullah SAW
sepakat bahwa hukuman bagi keduanya adalah hukuman mati. Sebagaimana
Sabda Rasulullah SAW:

من وجدتموه يعمل عمل قوم لوط فاقتلوا الفاعل والمفعول به

Artinya:
“Barangsiapa kamu temui melakukan perbuatan kaum Luth (Homoseksual), maka bunuhlah al-fail dan al-maf’ul bi (kedua-duanya)”.

Hanya
saja para sahabat berbeda pendapat tentang cara ekskusinya. Sebagian
sahabat mengatakan bahwa kedua-duanya harus dibakar hidup-hidup,
sehingga menjadi pelajaran bagi yang lain. Pendapat ini diriwayatkan
dari khalifah pertama Abu Bakar As-Shiddiq. Sahabat yang lain
berpendapat bahwa cara ekskusinya sama persis dengan hukuman bagi
pezina yang sudah menikah (rajam). Adapun pendapat yang ketiga adalah
keduanya dibawa kepuncak yang tertinggi di negeri itu kemudian
diterjunkan dari atas dan dihujani dengan batu. Karena dengan
demikianlah kaum nabi Luth A.S dihukum oleh Allah SWT.

Yang
terpenting keduanya harus dihukum mati, karena ini adalah penyakit yang
sangat berbahaya dan sulit di deteksi. Jika seorang laki-laki berjalan
berduaan dengan seorang perempuan mungkin seseorang akan
bertanya:”Siapa perempuan itu?”. Tetapi ketika seseorang laki-laki
berjalan dengan laki-laki lain akan sulit di deteksi karena setiap
laki-laki berjalan dengan laki-laki lain. Tetapi tentunya tidak semua
orang bisa menjatuhkan hukuman mati, hanya hakim atau wakilnyalah yang
berhak, sehingga tidak terjadi perpecahan dan kezaliman yang malah
menyebabkan munculnya perpecahan yang lebih dahsyat. Wallohu A’lam.

About these ads
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: