Kolam Berundak Hidupkan Lahan Sisa

Jangan biarkan ada lahan “mati” di hunian Anda. Sekecil apapun lahan tersebut, pasti dapat dimanfaatkan. Contohnya dengan membuat kolam berundak.

Kita seringkali menemukan lahan sisa di rumah, namun kesulitan memanfaatkannya. Selain karena ukurannya yang sempit, biasanya lahan sisa juga miskin sinar matahari. Dengan kondisi demikian, membuat taman tentu tidak memungkinkan.

Jangan dulu putus asa. Coba memutar otak, mencari ide, manfaatkan kreatifitas Anda. Anda tetap bisa memanfaatkan lahan sisa tersebut. Bagaimana dengan membuat sebuah kolam kecil? Dengan desain yang unik, kolam bisa “menghidupkan” lahan sisa tadi.

Pada contoh foto, kolam didesain membentuk air terjun kecil. Agar tampilannya berbeda, air terjun dibuat berundak-undak. Jangn lupa padukan pula dengan keindahan dinding. Salah satu sisi dinding dilapisi batu alam. Batu alam disusun sirih dan tempelan slab. Sedangkan dinding lainnya berupa olahan semen bergaris.

Bagian kolam dibuat dengan desain modern. Area sekitar kolam ditaburi batu-batu koral putih. Area miskin sinar matahari tentu sulit ditumbuhi tanaman. Solusinya, gunakan tanaman artifisial, untuk menghadirkan nuansa hijau. Jadilah sudah taman kering dengan kolam berundak.

Undakan air terjun dibuat model terasering menggunakan cor semen berlapis batu candi. Pemasangan undakan, yang berukuran masing-masing 90cmx50cmx10cm ini, menggunakan sistem kantilever. Bagaimana? Sudah terbayang betapa cantiknya si kolam berundak?


Lokasi: Rumah Rizal Yahya dan Fifit, Kebon Jeruk, Jakarta Barat
Arsitek: Maya Rahma Hervina

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: