Modal Rp2,4jt Taman Tampil Baru

Dinding berornamen plus jajaran tanaman papyrus. Itulah yang membuat taman tampil baru. Gentong air berpancuran menjadi elemen utama.

Taman samping rumah itu belum ditata dengan baik. Bidang-bidang tanah masih tampak kosong. Rumput tumbuh tak beraturan. Kalau toh ada tumbuhan, ia seperti tumbuh bebas: di tanah maupun di dalam pot. Tentu saja taman ini kurang sedap dipandang.
Bagaimana jika kita menata ulang taman itu? Pemiliknya, Dewi Kartini, setuju. Tim iDEA bekerja sama dengan Maya Rhap, desainer dari Diya Nuansa Anugerah, pun turun tangan. Menurut Maya, taman akan diubah dengan konsep simpel-natural. Desain tersebut tidak banyak menggunakan ornamen taman atau hardscape. Penataannya lebih menonjolkan sentuhan alam yang unik.

Material dipilih yang mudah dirawat. Tak kalah penting, biaya terjangkau. Salah satu contoh, pedestal yang unfinish berwarna abu-abu. Dinding berornamen pun terbuat dari bata dengan plester kasar. Tanaman yang dominan dipilih papyrus. Setelah dihitung-hitung, biaya yang dikeluarkan hanya Rp2,4jutaan. Biaya tersebut termasuk ongkos tukang, belum termasuk ongkos menggambar desainnya.
Lihatlah hasilnya! Biaya hemat, hasil hebat! *

PEKERJAAN KASAR DAN HALUS

Ada dua langkah pengerjaan untuk mengubah tataan taman ini: pekerjaan kasar dan pekerjaan halus. Sebelumnya, ada juga langkah yang harus ditempuh, yakni perencanaan dan persiapan. Berikut langkah-langkah pengerjaannya:

Perencanaan & Persiapan

  1. Tentukan gaya dan desain taman. Untuk taman ini dipilih berkonsep simpel-natural. Masih ditambah syarat minim biaya dan mudah perawatan. Taman dibuat dengan desain geometris yang tegas lewat permainan ornamen dinding sebagai focal point. Gentong sebagai wadah air yang dipancurkan dari dinding menjadi elemen utama untuk memberi suasana baru.
  2. Buat perkiraan biaya dan rencana kerja. Ini tahapan penting agar proses pengerjaan lancar.
  3. Tentukan tata letak taman sesuai gambar desain.
  4. Lakukan perburuan material sesuai desain.
  5. Tentukan rancangan jalur sirkulasi air (untuk kelancaran air memancur) dan tata cahaya untuk memberi kesan dramatis.
  6. Setelah siap, proyek dapat dilaksanakan. Pengerjaan terdiri atas pekerjaan kasar dan pekerjaan halus.

Pekerjaan Kasar

  1. Lakukan pembuatan dinding ornamen berupa pola grid berukuran 200cmx160cm. Agar terlihat lebih menonjol, dinding dibuat menjorok ke luar 15cm dari dinding yang ada. Bagian atas dinding dibiarkan berlubang selebar 13cm dengan kedalaman 15cm. Lubang ini untuk wadah pot. (File Foto: 01)
  2. Sewaktu semen masih basah, buat olahan dinding berbentuk bulat dari cetakan bagian bawah botol plastik. Agar hasil cetakan bagus, potongan bagian bawah botol itu dipaku ke dinding. Ini akan mencegah cetakan bergoyang. Cukup empat lubang; ditempatkan di tengah-tengah dengan tinggi 3/4-nya dari bawah dinding. (File Foto: 03)
  3. Selesaikan dinding dengan finishing kamprot. Kemudian dinding dibagi menjadi beberapa bagian dengan diberi galur-galur sekitar 1cm sampai 2cm. Hasilnya, dinding seperti tempelan batu kotak-kotak dengan nat yang berdimensi dan bertekstur. Buat pula dua bak persegi panjang di kiri-kanan dinding. (File Foto: 04)
  4. Setelah pembuatan dinding selesai, buat bak penampungan air sekaligus sebagai tempat dudukan gentong. Bak penampungan air berukuran 60cmx60cmx20cm; ditempatkan di tengah-tengah dinding ornamen. Bak diberi jarak sekitar 15cm dari dinding ornamen agar air terpancur dengan indah. Pengerjaan ini sekaligus juga membuat jaringan saluran air dari keran ke pancuran. (File Foto: 02)
  5. Buat pula pijakan dari semen unfinish untuk menghubungkan teras dan gentong pancuran. Lantas “alas” semen untuk tebaran batu-batu koral di kiri-kanan bak penampungan air.
  6. Buat tutup bak yang dapat dibuka tutup. Ini memudahkan perbaikian jika terjadi mampat di bagian dalam. (File Foto: 05)

Pekerjaan Halus

  1. Tempatkan pedestal di atas bak penampungan air. Jika instalasi selesai, air akan terlihat tumpah dari pancuran seolah-olah mengalir tak berujung.
  2. Lakukan pekerjaan finishing, seperti mengecat dinding ornamen dengan warna hijau pupus, hitam untuk dinding bak, dan abu-abu pada dinding lainnya.
  3. Tanam papyrus di dalam pot persegi panjang di dua sisi dinding ornamen. Sementara di antara pijakan semen ditanam kucai. Hamparkan rumput pada area kosong. Selanjutnya tanaman taiwan dimasukkan dalam pot dan ditempatkan di atas dinding ornamen. Lalu tepi kanan-kiri dinding pembatas ditanami sejumlah tanaman perdu lainnya. (File Foto: 06)
  4. Sebagai pekerjaan akhir, batu koral putih ditebar di kiri-kanan bak penampungan air, di atas “alas” semen yang telah dibuat tadi.
  5. Tempatkan penerangan berupa dua lampu sorot. Masing-masing pada pojok kiri-kanan tebaran batu koral. Cahayanya menyorot ke dinding ornamen dan juga menyinari pancuran.
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: