Jangan Remehkan Gigi Berlubang

img
Agar terhindar dari gigi berlubang, Anda sebaiknya mulai memerhatikan sakit pada gigi Anda tersebut. Gigi sakit yang didiamkan dapat membuatnya menjadi bengkak dan meradang. Selain itu gigi berlubang dapat menjadi sarana saluran masuknya kuman penyakit menuju saluran darah yang dapat menyebabkan penyakit ginjal, paru-paru, jantung maupun penyakit lainnya.

Gigi berlubang disebabkan oleh pertemuan antara bakteri dan gula. Bakteri akan mengubah gula dari sisa makanan menjadi asam yang menyebabkan lingkungan gigi menjadi asam.

Lalu asam inilah yang akhirnya membuat lubang kecil pada email gigi. Saat lubang terjadi pada email gigi, kita belum merasakan sakit gigi. Tetapi, lubang kecil pada email selanjutnya dapat menjadi celah sisa makanan dan adanya bakteri akan membuat lubang semakin besar yang melubangi dentin.

Pada saat inilah kita akan merasakan linu pada gigi saat makan. Bila dibiarkan, lubang akan sampai pada lubang saraf sehingga kita akan mulai merasakan sakit gigi. Proses ini tidak akan berhenti sampai akhirnya gigi menjadi habis dan hanya tersisa akar gigi. Untuk mencegah terjadinya lubang pada gigi, Anda dapat melakukan langkah berikut :

1. Memeriksakan gigi secara rutin
Kunjungi dokter gigi setiap 6 bulan sekali walaupun tidak merasakan sakit gigi. Hal ini diperlukan agar dokter dapat mendeteksi lubang kecil yang terjadi pada gigi dan dapat ditangani segera sehingga lubang tidak semakin besar.

2. Menyikat gigi secara teratur
Sebaiknya Anda menyikat gigi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Saat itulah waktu yang tepat untuk menyikat gigi dan produksi air liur meningkat. Air liur berfungsi untuk melindungi gigi dari bakteri penyebab gigi berlubang.

3. Menyikat gigi dengan cara yang benar
Walaupun menyikat gigi telah dilakukan secara teratur namun jika dilakukannya dengan cara salah, tentu hasilnya tidak akan maksimal. Teknik yang benar adalah menyikat ke arah bawah untuk gigi depan (gigi seri) bagian atas, menyikat gigi ke arah atas untuk gigi depan bagian bawah dan menyikat secara mendatar untuk gigi geraham. Menyikat gigi geraham hendaknya dilakukan lebih lama, karena pada gigi ini berpotensi menempelnya sisa-sisa makanan.

4. Kumur mulut setelah makan
Menyikat gigi tidak mungkin dilakukan sehabis kita makan, maka cara terbaik adalah berkumur-kumur agar sisa makanan tidak terus menempel dan mengurangi keadaan asam dalam gigi.

5. Gunakan dental floss untuk mengeluarkan sisa makanan.
Sisa makanan yang tertinggal, hendaknya tidak dikeluarkan dengan menggunakan tusuk gigi. Penggunaan tusuk gigi dapat menyebabkan celah antar gigi semakin besar di samping dapat menyebabkan luka pada gusi.

6. Pilih pasta gigi yang mengandung fluorida.

Menggunakan pasta gigi yang mengandung fluorida. Zat ini merupakan salah satu bahan pembentuk email gigi. Adanya zat ini dapat mencegah pembusukan pada gigi.

7. Makan makanan yang berserat.
Mengonsumsi sayuran atau buah terbukti dapat membuat gigi lebih kuat danmencegah terjadinya gigi berlubang.

8. Kurangi makanan yang mengandung gula dan tepung.
Makanan jenis ini bila tertinggal di gigi  akan menyebabkan timbulnya bakteri asam yang membuat gigi berlubang.

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: